FOLLOW US :

  • Pastikan Koran Mingguan Jaya Pos menjadi salah satu referensi anda.
  • Kritik & Saran konstruktif : GRATIS langganan Koran Mingguan Jaya Pos selama 1 bulan

Catatan Harian Sugi Lanus

Leluhur Orang Bali adalah Orang India

Oleh : | 26 Maret 2017 | Dibaca : 1726 Pengunjung

Leluhur Orang Bali adalah Orang India

sumber foto :Google

HASIL penelitian dan pemetaan DNA orang Bali yang dilakukan tim gabungan ahli-ahli dari berbagai universitas di Amerika: Tatiana M. Karafet (University of Arizona), J S. Lansing (University of Arizona), Alan J. Redd (University of Tucson), Svetlana Reznikova (University of Tucson), yang dipublikasikan dengan judul “Balinese Y-Chromosome Perspective on the Peopling of Indonesia: Genetic Contributions from Pre-Neolithic Hunter- Gatherers, Austronesian Farmers, and Indian Traders”, menarik untuk dijadikan pedoman memahami leluhur kita dengan pedoman hasil test pemetaan genetik (bukan gugon tuwon, bukan balian).

Riset genetika melalui test DNA dengan sampling orang Bali ini menunjukkan bahwa secara genetik orang Bali leluhurnya adalah migrasi orang India yang terjadi dari awal abad masehi. Jadi bukannya orang India yang mengajari Hindu kepada orang Bali, tapi orang-orang India yang bermigrasi ke Nusantara/Dvipantara yang menjadi penduduk Bali dan menurunkan penduduk Bali sekarang. Ini terjadi awal abad masehi, bahkan bisa jadi sebelum 1 masehi.

Secara kultural bukan hanya India berpengaruh ke Bali tapi para migran dari India yang bermigrasi ke pulau-pulau sepi penghuni seperti Bali dll itu yang menurunkan warga Bali dan kepulauan Nusantara. Dalam naskah-naskah kuno India kepulauan Nusantara disebut sebagai Dvipantara.

Secara genetik orang Bali berkembang lewat pembauran genetika dengan ras Nusantara, ras China, Kamboja, dan ras lainnya. Demikian juga “genetika keagamaan” leluhur Bali mengalami perkembangan dalam sejarahnya yang tiada terpisah dengan pembauran dan pembaharuan.

Riset ini menjadi tempat bercermin kenapa agama India modern dan Hindu di Nusantara punya perbedaan cara perayaan dan punya di Nusantara punya kadar lokalitas yang kuat. Perbedaan ini muncul karena migrasi orang India yang ke Indonesia di awal masehi dengan membawa kepercayaan kuno telah berbaur dengan kepercayaan kuno Dvipantara.

Demikian juga ras India yang ke Nusantara telah berbaur dengan ras Asia lainnya, seperti ras China dan kepulauan Nusantara. Sehingga jika kini kulit dan wajah orang Bali kini cukup berbeda dengan leluhur mereka di abad pertama, demikian juga dengan kepercayaan atau Agama Siwa dan Agama Buddha di Nusantara punya ragam dan variasi yang cukup berbeda dengan di India.

Test atau riset DNA ini juga menjadi pelajaran bersama bahwa pemetaan kawitan/leluhur orang Bali janganlah berhenti pada babad-babad yang baru ditulis paling tua sekitar abad 16 (dan berkembang pesat menulisannya di abad 19 dan 20, juga direka ulang di abad 21).

Belajar dari hasil riset genetika ini, ada baiknya kita mencari leluhur kita tidak mandek dan berhenti pada periode Majapahit. Kita bisa merentang ke masa Borobudur dan Prambanan dibuat, sekitar 7 abad sebelum periode Majapahit. Atau kita menelusur sampai ke awal masehi, 14-15 abad sebelum berdiri Majapahit, seperti yang dikerjakan atau dicontohkan melalui riset genetik para ahli universitas Amerika yang hasilnya telah dikutip di atas.

Di tengah kegandrungan orang Bali mencari leluhur dan kawitan, riset tersebut seolah mencibir kita: “Mencari leluhur, mencari silsilah genetika, raihlah dengan peta genetika. Jika peta genetika ditelusur lewat tutur atau sekedar bualan dukun, yang kita dapat hanya klaim yang tiada berdasar dan sangat lemah kita bisa pegang keabsahannya.

Dan, catatan ujung dari pelajaran yang bisa kita petik dari pemetaan DNA tersebut, dalam DNA kita manusia itu tidak dibedakan atas “kasta”: Mereka dibedakan atas kelenturannya dalam membaur dengan berbagai ras lain. Kelenturan dan keterbukaan ini menjadi ciri khas DNA warga Bali.

Di tubuh dan darah warga Bali ada peta masa lalu yang tidak terpisah dari pembauran, sebagai ciri keterbukaan berhubungan dengan etnis atau ras lain. Di tubuh dan darah orang Bali ada masa lalu panjang merentang ke abad-abad awal masehi yang tidak terkotak-kotak dalam soroh/klan/jaringan kekeluargaan yang tertutup.

Juga, DNA orang Bali menunjukkan leluhur kita adalah petualang antar dataran dan lintas kontinental. Petualangan, pembauran, dan keterbukaan adalah peta DNA orang Bali. Tiga ciri khas ini menarik kita jadikan cermin dalam memandang kawitan kita, pantas diaktivasi kembali dan diteladani.

Apapun komentar dan pemikiran baliknya, tulisan ini menurut saya salah satu tulisan kecil yang bisa merangsang pemikiran besar kita. Tentang siapa kita. Setuju tidak setuju urusan berbeda.

Semoga nanti akan ada peneliti Bali dan Indonesia yang melakukan penelitian sejenis atau dengan disiplin ilmu yang berbeda. Agar lebih holistik lagi hasilnya.

Penelitian ala Bali dengan metodologi Baas Pipis, tetapi dengan kemajuan teknologi perlu juga melakukannya dengan jejak ilmiah. (**/P)

Sugi Lanus – kelahiran Singaraja, pemerhati budaya


Oleh : | 26 Maret 2017 | Dibaca : 1726 Pengunjung


TAGS :




Berita Terkait :

, 08 Agustus 2017 11:17
Diskusi Pertanian di P4S Sriwijaya
SELTIM - Dalam rangka safari  Jawa-Bali mulai  21 Juli – 1 Agustus 2017, pengurus ...
, 24 Juli 2017 05:05
Lima Ribuan Krama Bali Daftarkan Diri Ikut Sapuh Leger dan Mebayuh Oton Massal
TABANAN – Program “Meyadnya” yang digagas Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti ...
, 19 Juli 2017 07:16
Wabup Sanjaya Ngaturang Bhakti Di Pura Luhur Pucak Petali
PENEBEL - Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama rombongan Pengurus Cabang Siwa Murti ...
, 17 Juli 2017 01:01
Yudisium XVIII Mapindo Tabanan
TABANAN - Yudisium XVIII Pusat Pendidikan dan Latihan Pariwisata Manajemen Pariwisata Indonesia ( ...
, 17 Juli 2017 01:00
Perbekel Diharapkan Tidak Khawatir dengan Saber Pungli
KERAMBITAN- Perbekel selaku aparat pemerintah di desa diharapkan tidak takut untuk mengikutsertak ...
, 05 Juli 2017 05:58
Bupati Eka Penuhi Undangan Pemerintah Kota Toyama
Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Ni Putu Eka Wiryastut ...
, 02 Juli 2017 09:39
Desa Pitra Kembali Gelar Parade Seni dan Budaya
PENEBEL – Warga Desa Pitra, Kecamatan Penebel, pada Sabtu (1/7/2017), kembali menggelar eve ...
, 21 Juni 2017 05:55
7-9 Juli 2017, Tanah Lot Creative Food & Art Festival 2017 Digelar
TABANAN - Tanah Lot masih menjadi primadona sebagai destinasi wisata di Kabupaten Tabanan. Keelok ...
, 21 Juni 2017 05:50
Biznet Berikan Layanan Free Wifi di 7 Titik
TABANAN - SEBAGAI wujud untuk memberikan layanan secara maksimal ke masyarakat, Biznet  memb ...
, 19 Juni 2017 06:40
Bupati Eka Buka Jatiluwih Agriculture Festival 2017
PENEBEL - DIBAWAH terik matahari, Jumat (16/6/2017) sekitar jam 13.00 Wita, Bupati Kabupaten Taba ...


Berita Lainnya :

, 08 Agustus 2017 11:17
Diskusi Pertanian di P4S Sriwijaya
SELTIM - Dalam rangka safari  Jawa-Bali mulai  21 Juli – 1 Agustus 2017, pengurus ...
, 24 Juli 2017 05:05
Lima Ribuan Krama Bali Daftarkan Diri Ikut Sapuh Leger dan Mebayuh Oton Massal
TABANAN – Program “Meyadnya” yang digagas Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti ...
, 19 Juli 2017 07:16
Wabup Sanjaya Ngaturang Bhakti Di Pura Luhur Pucak Petali
PENEBEL - Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama rombongan Pengurus Cabang Siwa Murti ...
, 17 Juli 2017 01:01
Yudisium XVIII Mapindo Tabanan
TABANAN - Yudisium XVIII Pusat Pendidikan dan Latihan Pariwisata Manajemen Pariwisata Indonesia ( ...
, 17 Juli 2017 01:00
Perbekel Diharapkan Tidak Khawatir dengan Saber Pungli
KERAMBITAN- Perbekel selaku aparat pemerintah di desa diharapkan tidak takut untuk mengikutsertak ...
, 05 Juli 2017 05:58
Bupati Eka Penuhi Undangan Pemerintah Kota Toyama
Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Ni Putu Eka Wiryastut ...
, 02 Juli 2017 09:39
Desa Pitra Kembali Gelar Parade Seni dan Budaya
PENEBEL – Warga Desa Pitra, Kecamatan Penebel, pada Sabtu (1/7/2017), kembali menggelar eve ...
, 21 Juni 2017 05:55
7-9 Juli 2017, Tanah Lot Creative Food & Art Festival 2017 Digelar
TABANAN - Tanah Lot masih menjadi primadona sebagai destinasi wisata di Kabupaten Tabanan. Keelok ...
, 21 Juni 2017 05:50
Biznet Berikan Layanan Free Wifi di 7 Titik
TABANAN - SEBAGAI wujud untuk memberikan layanan secara maksimal ke masyarakat, Biznet  memb ...
, 19 Juni 2017 06:40
Bupati Eka Buka Jatiluwih Agriculture Festival 2017
PENEBEL - DIBAWAH terik matahari, Jumat (16/6/2017) sekitar jam 13.00 Wita, Bupati Kabupaten Taba ...

Lihat Arsip Berita Lainnya :