Distan Tabanan Gandeng BATAN Kembangkan Padi Barak Cenana

TABANAN - Padi Barak Cenana merupakan salah satu padi lokal yang banyak dibudidayakan dan sudah dikenal sejak lama di  kawasan Jatiluwih. Padi Barak Cenana berumur sekitar 180-190 dan hanya berproduksi satu kali dalam setahun dan setelah
berproduksi akan mati.
Beras merah Barak Cenana ini sangat disukai sehingga Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan berupaya mencari terobosan untuk mengoptimalkan produksi tanpa mengurangi kualitasnya. “Kami dibantu oleh BATAN memuliakan padi Barak Cenana dengan teknologi sinar gamma” Jelas Kepala Dinas Pertanian I Nyoman Budana, Selasa (28/2/2017).
Ditemui di lokasi uji coba Barak Cenana di Subak Koto Bongan, Tabanan peneliti BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) Ir. Ita Dwi Mahyani memaparkan bibit padi Barak Cenana sebelumnya sudah melalui proses penelitian yang panjang di fasilitas rumah kaca milik BATAN.
Barak Cendana dipilih karena sangat digemari di Tabanan, tetapi posturnya yang mencapai dua meter ditambah umur tanamnya yang lebih dari enam bulan membuat petani enggan menanam. Di tangan peneliti seperti Ita dan kawan-kawan, kini Barak Cendana lolos uji coba dan tumbuh lebih pendek sekitar 70 centimeter dengan umur panen yang menurutnya sudah turun menjadi 120 hari.
Terkait istilah padi nuklir, Ita mengakui banyak petani yang masih alergi mendengar istilah tersebut meski BATAN menjamin keamanan produk pertanian hasil penelitiannya. "Yang kita lakukan adalah memanfaatkan iradiasi untuk pemuliaan tanaman. Itu hanya pada generasi pertama. Sedangkan pengembangan ini dilakukan selama belasan bahkan puluhan generasi, sehingga sisa radiasinya itu sudah sama sekali tak ada," Jelasnya.
Menurut Ita kebanyakan orang masih mencampuradukkan pengertian teknik iradiasi dengan rekayasa genetika (GMO) untuk bibit transgenik. "Itu sama sekali berbeda," tegasnya.
Selain untuk padi, teknologi nuklir juga dikembangkan untuk kedelai, kapas, sorgum, dan sejumlah tanaman lain termasuk buah dan palawija.
Di Indonesia teknologi nuklir memiliki peran yang penting di bidang industri, kesehatan, dan pertanian. Di bidang pertanian teknologi nuklir sudah diaplikasikan secara intensif untuk pemuliaan tanaman menggunakan sinar gamma. Tujuan pemuliaan adalah memperbaiki sifat genetik untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan terhadap hama/ penyakit tanaman. Teknik tersebut memiliki keunggulan yang signifikan dibandingkan dengan teknik lainnya karena dapat menghasilkan perubahan sifat keturunan yang sangat beragam.
Dengan teknik mutasi radiasi BATAN sudah menghasilkan 22 varietas unggul padi, 10 varietas kedelai, 2 varietas kacang hijau, 3 varetas sorgum dan 1 varietas gandum. Saat ini varietas tanaman kacang tanah sedang dalam proses penilaian Tim Penilai Varietas – Kementerian Pertanian. Khususnya varietas padi dan kedelai, melalui kerja sama dengan pemerintah daerah telah ditanam di 24 Propinsi di seluruh Indonesia untuk mendukung program pemerintah menuju kemandirian pangan nasional. (*/P)

Komentar