SMKN 3 Tabanan Laksanakan USBK Semua Mata Pelajaran

SELTIM - SMKN 3 Tabanan tahun ajaran 2016/2017 melaksanakan ujian semester berbasis komputer (USBK) untuk semua mata pelajaran. USBK di SMKN 3 Tabanan  dilaksanakan mulai tanggal 14 - 20 Nopember 2016 untuk  kelas X diikuti 406 siswa, tanggal  21 s/d 26 Nopember 2016 untuk  kelas XI diikuti 341 siswa. Sementara ujian semester kelas XII diikuti 325 siswa dari tanggal 28 Nopember-3 Desember 2016.

Kepala SMKN 3 Tabanan, Drs. I Ketut Suardana,MM memaparkan, sekolah yang dipimpinnya  memiliki 4 lab komputer dengan jumlah siswa 1076 orang.  Menyesuaikan ketersediaan sarana, jadwal USBK diatur dan dibagi 3 sesi. Masing-masing ruang ada 36 unit komputer yang semuanya dirakit sendiri oleh siswa.  Menurut Suardana, kendala dalam pelaksanaan USBK dari segi waktu lebih lama dari kalender  akademik.  Namun efisiensi USBK cukup banyak  diantaranya tidak perlu menata ruangan, tidak mengeluarkan kertas, tidak memasukan soal dan sebagainya disamping itu juga guru tidak memeriksa lagi hasil ujian secara detail sebab nilai sudah langsung muncul secara otomatis dikomputer.  “USBK lebih efisien dari segi waktu dan tenaga, berbeda dengan yang konvensional yang merepotkan semua pihak. Siswa pun langsung mengetahui berapa  dapat nilai sehingga anak itu tahu mana yang harus remidi  atau perbaikan - perbaikan nilai ujian “ Jelas Suardana, Kamis, (24/11)

Dalam hal ini SMKN 3 Tabanan merupakan pelopor sekolah yang melaksanakan USBK untuk semua mata pelajaran. Ini sejalan dengan prestasi yang dicapai SMK yang berbasis IT. “Kami terus melakukan inovasi bidang teknologi. Ini menjadi keharusan “imbuh pria kelahiran Desa Kerambitan ini.

Menyaksikan pelaksanaan USBK di SMKN 3 Tabanan, Fasilitator Daerah untuk Sekolah Model, Dr. Drs. Nyoman Arjana, M.Ag. Menurut Arjana, saat ini sekolah harus melaksanakan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI),  dimana sekolah wajib melaksanakan SPMI, secara otomatis TI harus masuk sekolah. Dalam pengamatannya, kendala dalam penerapan TI adalah keterbatasan fasilitas. Artinya keterbatasan insfrastruktur.

Dijelaskan Arjana, dalam SPMI sekolah model, stakeholder semestinya termasuk komite, orang tua siswa, pemerintah, sekolah termasuk satuan pendidikan tetap bersinergi. Upaya yang perlu  dilakukan adalah komitmen sekolah itu sendiri. “Sinergi itu berarti, perencanaan yang akan dikerjakanmengundang semua stakeholder, terutama orang tua siswa bahwa pendidikan itu tidak murah” Ujarnya.

Secara khusus Ia memberikan apresiasi kepada SMKN 3 Tabanan yang melakukan USBK. Ia menyarankan sekolah lain yang ingin menerapkan USBK semua mata pelajaran bisa studi banding ke sekolah yang berlokasi di Desa Bantas itu. (*/Badi/Adv)

Komentar