Pemkab Tabanan Koodinasikan Tindak Darurat Bendungan Telaga Tunjung

TABANAN - Bendungan merupakan asset strategis yang memberikan manfaat yang besar dalam peningkatan ketahanan pangan, penyediaan air baku serta konservasi lingkungan. Namun memang tidak bisa dihindari terdapat resiko dari keberadaan bendungan, khususnya di wilayah hilir bendungan.

Oleh sebab itu, Senin (22/08) bertempat di ruang rapat VIP Kantor Bupati, Pemerintah Kabupaten Tabanan melakukan diskusi tentang rencana tindak darurat Bendungan Telaga Tunjung seandainya nanti ada hal yang tidak diinginkan (jikalau roboh/hancur), dan  kebetulan Bendungan Telaga Tunjung berada di Desa Timpag, Kerambitan, Kabupaten Tabanan.

Diskusi tersebut dipimpin secara langsung Sekkab Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, melibatkan Perwakilan dari Balai Wilayah Sungai Bali Penida, Polres Tabanan, Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Tabanan, BPBD Tabanan, Camat Seltim dan Kerambitan, Konsultan Penyusun Rencana Tindak Darurat, serta instansi terkait lainnya.

Saat itu Wirna mengucapkan terima kasih sekaligus apresiasi kepada Balai Wilayah Sungai Bali Penida karena telah mengalokasikan kegiatan penyusunan Dokumen Rencana Tindak Darurat Bendungan Telaga Tunjung.

Dijelaskan juga olehnya terdapat beberapa hal pokok yang harus ditegaskan terutama mengenai bagaimana kita memberikan pelayanan kepada masyarakat baik saat kejadian normal, terlebih lagi saat terjadi Bencana. Himbaunya “Kita sebagai pelayan masyarakat harus mengetahui dan saling bahu-membahu serta melakukan koordinasi yang baik. Sehingga setiap instansi, aparat pemerintahan dan masyarakat mengetahui harus berbuat apa jika terjadi bencana di Bendungan Telaga Tunjung.

Tentunya penanganan bencana ini perlu koordinasi yang baik antar instansi, baik antara Balai Wilayah Sungai Bali Penida selaku pengelola Bendungan Telaga Tunjung maupun Pemerintah Kabupaten Tabanan selaku pengendali keamanan di wilayah hilir bendungan Telaga Tunjung, pungkasnya. Dikatakannya juga, pembahasan ini nantinya harus bersifat detail, dengan memperhatikan setiap aspek yang mungkin terjadi. “Hendaknya pada diskusi ini dapat membahas topik-topik atau hal-hal yang prinsip yang strategis. Sehingga diharapkan akan diketahui dan dapat disepakati bersama tugas, tanggung jawab yang harus diemban, yang semuanya terpadu dalam suatu manajemen bencana yang baik dan terkoordinasi”.

Dirinya juga berharap dengan adanya diskusi ini, diharapkan semua sudah memahami ruang lingkup tugas dan tanggung jawab sebagai aparat anggota pelayan masyarakat terutama disaat masyarakat susah. Ditegaskan juga, tugas kita sebagai pelayan masyarakat harus penuh berdasarkan ketulusan hati di dalam bertindak serta diharuskan bekerja keras. “Tugas kita sebagai pelayan masyarakat untuk hadir ditengah-tengah masyarakat dengan segala ketulusan hati akan bertindak dan bekerja keras dan berkoordinasi untuk mengembalikan rasa tenang, rasa nyaman, dan rasa aman bagi masyarakat”, jelasnya.

Dirinya juga mengingatkan, dikatakan harus disadari pula bahwa diskusi ini memang masih akan berlanjut sampai tindak darurat Bendungan Telaga Tunjung ini dapat disahkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Agar bisa dijadikan dasar dan pedoman bagi kita mengetahui apa dan siapa yang harus berbuat, maka dikatakan sangat penting sikap dan mental yang matang. Unuk saling memahami dan terpadu, sinergis sesuai dengan tugas dan tanggung-jawab masing-masing sehingga dapat dimanfaatkan secara efektif dan tepat sasaran. “Selamat berdiskusi dengan baik dan mencapai hasil yang baik pula untuk ketenangan, keamanan, kenyamanan masyarakat yang ada di hilir bendungan, sehingga masyarakat menjadi siaga dan tanggap bencana. Serta diharapkan hasil ini dapat disosialisasikan kepada masyarakat secara langsung”, tutupnya. (humastabanan).

Komentar