Bangkitkan Spirit Pelestarian Budaya Subak

PENEBEL - Purnama Karo, Buda Wage Warigadean,Rabu (17/8/2016) bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI ke -71, juga 21 hari menjelang Hari Raya Galungan bagi umat Hindu di Bali, benar-benar merupakan hari yang sangat istimewa. Hari yang sama bertepatan dengan Piodalan di Pura Puseh Jambelangu yang berada di Desa Adat Bolangan, Babahan Penebel, Tabanan Bali.

Sepintas Pura Puseh Jambelangu nampak sangat sederhana. Tidak ada bangunan besar di pura ini. Areal pura berada ditengah areal persawahan dan lingkungan sekitarnya masih hijau alami. Namun dibalik “kesederhanaan” tersebut, Pura Puseh Jambelangu menyimpan banyak bukti sejarah dan nilai-nilai kearifan tatanan subak.

Siang itu areal Pura Puseh Jambelangu terasa hening. Warga subak nampak berkumpul melakukan persiapan menuju patirtaan/beji. Tak lama warga berjalan beriringan, dibagian depan nampak ibu-ibu mengusung sesajen, sementara yang laki-laki mengusung umbul-umbul, pratima dan perlengkapan upacara lainnya. Dibagian belakang belasan sekaa tabuh/gamelan mengiringi.  Alun suara gamelan menciptakan suasana sakral dan sekaligus menyajikan atraksi “eksotik” ketika puluhan warga berjalan menyusuri pematang sawah.

Oleh warga subak khususnya dan warga Desa Babahan pada umumnya, keberadaan Pura Puseh Jambelangu diyakini sebagai “tepat suci” yang memberi “taksu” atau “jiwa” terkait peradabaan dan perkembangan tatanan kehidupan di wilayah itu. Di pura ini tersimpan bukti-bukti sejarah lama berupa prasasti dan bhisama yang menjelaskan cikal bakal terbentuknya tatanan subak Jambelangu dan sekitarnya. Juga tentang kesepakatan-kesepakatan antara rakyat dan pemerintahan saat itu. 

Nilai dan jejak sejarah Pura Puseh Jambelangu hingga kini terus diyakini dan menjadi “denyut nadi” dan “nafas” dalam setiap aktivitas warga subak. “Hingga kini warga tidak berani sembarangan, tetap meyakini dan mewariskan spiritnya secara turun temurun dalam bingkai tradisi, budaya dan agama.

Seperti dijelaskan oleh Perbekel Desa Babahan, Made Suka Pariama,  Keberadaan Pura Puseh Jambelangu adalah salah satu situs sejarah yang ada di wilayah Desa Babahan Penebal Tabanan. Pura ini disungsung oleh krama subak tempek Jambelangu yang termasuk wilayah Pekasehan Subak Aya I.

Made Suka Pariama menambahkan, sehari sebelum piodalan, Selasa 16/8/2016), prajuru dan krama pengempon juga membacakan prasasti dan bhisama yang ada di pura ini. Hadir pada kesempatan tersebut sejumlah undangan perwakilan dari Tripika Penebel, Pemda Tabanan, DPRD Tabanan, DPR RI, DPD RI dan tokoh masyarakat lainnya seperti AA. Ngr. Oka Ratmadi, Cok Ibah dan Cokorde Tabanan.

Mewakili harapan krama pengempon subak Jambelangu, Suka Pariama berharap agar masyarakat Babahan dan pihak-pihak terkait seperti Dinas Kepurbakalaan, Dinas Kebudayaan, Pemda dan pemangku kebijakan lainnya agar dapat turut serta membantu upaya pelestarian dan penyelamatan situs sejarah dan tatanan budaya Pura Puseh Jambelangu ini, ucap Pariama. (*/adv/MN).

Komentar