Kopi Robusta Pupuan Didaftarkan ke Ditjen HAKI

TABANAN - Untuk bersaing di pasar dunia, kopi Robusta Pupuan harus lolos Sertifikasi Indikasi Geografis sehingga produk unggulan Tabanan itu terlindungi secara hukum, dan siap bersaing di pasar dunia. Dalam hal ini Dinas Kehuatan dan Perkebunan (Hutbun) Kabupaten Tabanan tengah menyiapkan persyaratan yang dibutuhkan untuk pendaftaran di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (HAKI). Hal itu disampaikan Kepala Dinas Hutbun Kabupaten Tabanan, Roemy Liestyowati, Selasa (16/8/2016).

“Potensi produk Robusta Pupuan sangat luar biasa, karena memiliki keunikan tersendiri akibat pengaruh faktor alam, cuaca dan geografis” Ujar Lies.

Terkait dengan proses Sertifikasi Indikasi Geografis kopi Robusta Pupuan yang tengah dilakukan, Lies menegaskan pentingnya sertifikasi tersebut untuk mengembalikan sejarah kopi di Tabanan dengan tidak mengingkari potensi alam. “Kita lindungi anugerah yang berupa material-material Indikasi Geografis tersebut. Dengan demikian, kita dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain dengan menjadikan Tabanan siap bersaing di pasar kopi dunia,” Imbuhnya.

Untuk diketahui, luas tanaman kopi Robusta di Kecamatan Pupuan yang adalah sentra kopi Robusta sekitar 7.740 hektar dan terus berkembang dengan cukup pesat. Dengan  luasan  tersebut dan besarnya penyerapan tenaga kerja, menjadikan kopi robusta sangat dominan dalam struktur perekonomian di Kabupaten Tabanan baik itu pengaruh langsungnya pada pendapatan petani kopi maupun melalui penerimaan devisa  karena kopi merupakan komoditi ekspor. “Dengan sertifikasi ini kita optimis kejayaan kopi Pupuan ini mampu bersaing di pasar kopi dunia. Kami juga terus mengintensifkan budidaya kopi robusta untuk memenuhi permintaan pasar kopi dunia yang cenderung meningkat,” terang nya. (*/P)

Komentar