Kurangi Angka Golput dan Pragmatis Warga : Eka Jaya Gelar Kampanye Berbudaya

BATURITI - Kecenderungan perubahan pola pikir masyarakat pemilih dari idealis ke pragmatis seperti fenomena yang selalu terjadi dalam hajatan politik. Masyarakat semakin pragmatis dan transaksional. Demikian juga masyarakat seperti apatis sehingga mereka cenderung untuk tidak memilih atau golput. “Dalam Pilkada, bukan sekedar mencari siapa menang dan siapa yang kalah, namun lebih dari itu masyarakat harus berpartisipasi aktif dalam berdemokrasi” Ujar Ni Putu Eka Wiryastuti, S.Sos, Calon Bupati Tabanan yang diusung PDI Perjuangan, Senin (21/9) dihadapan puluhan anggota Tim Pemenangan Eka Jaya.

Eka juga melihat, masyarakat juga merasa selama ini hanya diperalat, dijadikan obyek dan komoditas politik semata. Karenanya, Eka Jaya merasa bertanggung jawab atas kejenuhan tersebut dan mengajak mereka untuk berperan aktif dalam Pilkada 9 Desember mendatang. “Kami merancang kampanye yang berbudaya, dengan menampilkan aksi-aksi yang mengundang kegembiraan. Termasuk menampilkan budaya lokal” Katanya.

Dalam kesempatan sama, Calon Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, SE. MM menekankan agar pesta demokrasi Pilkada mendatang dijadikan media pembelajaran politik masyarakat. Ia yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan berharap agar Pilkada dijadikan ajang pembelajaran politik khususnya bagi pemilih pemula dan pemilih mengambang. “Tentu menjadi tanggung jawab bersama untuk mengajak kaum muda untuk aktif terlibat dalam hajatan politik ini. Mereka harus diberikan pendidikan politik yang positif sehingga memahami idealisme dan harus dijalankan demi pengetahuan berpolitik yang baik, demi cita-cita bermasyarakat yang sehat dan beradab.,” pungkasnya.

Menyadari potensi golput sekaligus mengurangi politik transaksional, dalam mengisi sisa waktu kampanye ini, Tim Pemenangan Eka Jaya menggelar Pesta Seni di 10 Kecamatan. Berbagai seni budaya lokal akan diberikan kesempatan untuk tampil. Demikian juga bagi kawula muda ditantang untuk berkreasi menciptakan yel-yel.

Bukan hanya kawula muda, Pentas Seni yang dikemas dalam pesta rakyat itu, juga mengundang keterlibatan ibu-ibu untuk menampilkan kreasi mereka. “Kami juga mengundang para pedagang khususnya kuliner untuk datang di arena yang telah ditentukan. Suasana dibuat merakyat, sehingga masyarakat bersatu dalam kegembiraan” Ujar Sanjaya.

Pada puncaknya, pesta kegembiraan itu akan ditutup dengan menampilkan suguhan Wayang Cenk Blonk. (***/Put)

Komentar