Soal Pembatasan Mikol : Disperindag Masih Lakukan Pembinaan

TABANAN - Menyikapi keluarnya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Mikol, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan tidak mau buru-buru melakukan tindakan yang bisa memicu hal yang tidak diinginkan. Demikian disampaikan Kepala Disperindag Drs. Ida Bagus Made Wiryawan, Senin (13/4). “Saat ini kami masih melakukan pembinaan ke pedagang” Ujarnya.

Ia menjelaskan, peraturan menteri itu resmi diberlakukan mulai 16 April 2015. Dalam hal ini pihaknya telah melakukan pemantauan di 75 minimarket dan warung penjual mikol ditemukan ada 15 pedagang yang masih menjual mikol dan menyatakan siap untuk mengikuti aturan yang berlaku.

Ditanya apakah akan menerapkan sanksi seperti penyitaan, ia dengan tegas mengatakan belum akan melakukan penyitaan. Terlebih adanya sinyalemen Kementerian Perdagangan yang memberikan aturan khusus untuk pengecualian ditempat-tempat wisata. “Kami sangat menyadari dan memahami keberatan pedagang karenanya kami saat ini hanya melakukan pembinaan. Ingat, tidak mudah mendirikan sebuah usaha, kita tidak akan buru-buru melakukan penyitaan” Jelasnya.

Seperti diketahui, dalam peraturan menteri tersebut penjualan mikol golongan A dengan kadar di bawah 5 persen seperti jenis bir hanya dibolehkan dijual di restoran, hotel, dan kafe. Tidak boleh dijual di mini market, warung, pedagang tradisional. Peraturan ini dianggap memberatkan dan bahkan bisa mematikan pedagang kecil. (Put)

Komentar