Upacara Sapuh Leger Massal Kembali Digelar

TABANAN - Seperti disebutkan dalam Lontar Kala Tatwa siapapun yang lahir pada Sabtu Keliwon (Tumpek) dan yang lahir pada wuku Wayang terlebih yang lahir bertepatan dengan Tumpek Wayang ataupun kalau ada orang yang kelahirannya tergolong Jadma Sukerta (Melik) kepadanya harus dilakukan penyucian kelahiran atau lukatan besar yang disebut Sapuh Leger. Upacara Sapuh Leger dimaksudkan supaya terhindar dari gangguan (buruan) Dewa Kala. Demikian dikatakan Ketua Yayasan Sapta Winangun Shanti Tabanan, I Nengah Suela. "Upacara seperti ini wajib dilakukan sekali seumur hidup oleh orang yang lahir pada wuku Wayang," kata mantan Inpspektorat Daerah Tabanan, Minggu (22/3).

Suela menjelaskan upacara Sapuh Leger Massal akan berlangsung selama sepekan (5-11 April 2015) termasuk  upacara Bayuh Wetuan, Tubah Baya dan Pengelukatan Agung dipuput oleh Sarwa Sadaka bertujuan untuk membersihkan diri secara sekala dan niskala. “Setelah beberapa kali kami melaksanakan upacara secara massal ternyata mendapat apresiasi masyarakat, karena memang meringankan beban masyarakat khususnya, mereka-mereka yang lahir pada wuku wayang. Dengan upacara secara massal, biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah” Jelasnya.

Umumnya biaya yang dikeluarkan untuk melakukan bebayuhan wetuan dan sapuh leger mencapai puluhan juta rupiah, namun dengan massal cukup mengeluarkan biaya dana punia sebesar Rp. 500 ribu. “Khusus peserta dari keluarga pemegang kartu miskin besarnya dana punia sesuai kemampuan” Pungkas Suela.

Pendaftaran peserta sampai dengan tanggal 4 April 2015, dapat dilakukan di Sekretariat Panitia di Jalan Merpati 15 sebelah timur lapangan Wagimin Jambe, Tabanan. Atau dengan menghubungi 082 144 992 614, 087 761 522 673. (Adv)

Komentar