Musrenbangkab Tabanan 2016 : Memacu Sektor Hulu untuk Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan berbasis Desa

Kepala Bappeda, Ida Bagus Wiratmaja, yang memimpin Musrenbang Tingkat Kabupaten Tabanan Selasa (17/3) memaparkan tema pembangunan Tabanan 2016 adalah Memacu Sektor Hulu untuk Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan berbasis Desa. Hal ini sesuai dengan program nasional dalam nawacita dimana disebutkab membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat desa. Ia menyebutkan saat ini daya beli masyarakat Tabanan menempati posisi terendah kedua di Bali (Rp.643.240). Hal ini disebabkan diantaranya karena tidak seimbangnya pembangunan di desa yang sebagian besar masyarakatnya sebagai petani.

Dijelaskan Wiratmaja, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar berasal dari pertanian (34,05%) namun pertumbuhannya lebih rendah dari pertumbuhan PDRB, sedangkan mata pencaharian penduduk 38,35% di sektor pertanian. “Ketimpangan ini harus diakui sebagai penyebab rendahnya daya beli masyarakat yang mengakibatkan masyarakat masih banyak yang miskin.” Jelasnya.

Pria yang akrab disapa Gus Wirat ini memaparkan berbagai isu strategis yang ada saat ini di kabupaten Lumbung Pangannya Bali ini diantaranya kalau pendapatan petani masih rendah, minimnya petani usia produktif, nilai tambah produk hasil pertanian belum maksimal. “Pertanian harus menjadi sektor utama dengan menjadikan desa sebagai ujung tombak pembangunan. Dihulu, hasil pertanian masyarakat diolah menjadi produk yang akan dijual kehilir dimana seluruh produk tersebut dibeli BUMDes untuk didistribusikan kepada BUMD dan atau langsung ke pasar” Katanya.

Disamping di sektor pertanian, isu lainnya adalah sarana pelayanan kesehatan rujukan yang masih kurang dimana jumlah tempat tidur rumah sakit yang terbatas. “Saat ini diperlukan sedikitnya 500 tempat tidur pasien namun baru 200an yang tersedia.” Katanya.

Isu lainnya yang tetap menjadi perhatian adalah infrastruktur jalan yang perlu terus dibenahi disamping kualitas pelayanan publik yang lebih baik dari tingkat desa hingga kabupaten.

Di tahun 2016, program prioritas diarahkan untuk pembangunan rumah sakit, pengolahan hasil pertanian, fasilitasi pengembangan BUMDes, peningkatan produksi pertanian, pengembangan jenis komoditi pertanian, pelatihan SDM BUMDes, permodalan kelompok tani dan UMKM, ketahanan pangan, pendidikan, infrastruktur jalan dan jembatan.

Untuk mendanai ususlan program dan kegiatan tahun 2016 dianggarakan sekitar 495 Milyar lebih yang dilaksanakan oleh badan, dinas, kantor dan kecamatan. (Put)

Komentar