N. Adi Wiryatama : Jadikan Hukum sebagai Panglima

TABANAN - Nama Nyoman Adi Wiryatama belakangan kembali menjadi pembicaraan. Pasalnya beberapa media memuat kalau mantan Bupati Tabanan itu sebagai tersangka. Tentu saja berita tendensius itu membuat pria yang akrab disapa Pak Adi itu memandang perlu meluruskannya. “ Kita ini negara hukum, maka jadikan hukum itu sebagai Panglima. Jangan sebaliknya memakai asumsi itu sebagai kebenaran” Kata Adi Wiryatama, dalam perbincangannya dengan Jaya Pos, Minggu (7/12).

Adi menjelaskan, dugaan pemalsuan surat, pemalsuan akta otentik dan memberikan keterangan palsu ke dalam akta otentik yang dituduhkan kepada dirinya terkait balik nama sertifikat tanah milik Made Sarja dengan lokasi tanah terletak di kawasan Tanah Lot itu sejatinya sudah terang benderang sejak awal. Dirinya melakukan jual beli sesuai dengan aturan yang berlaku. “Setelah dibayar, saya urus surat-suratnya.  Sama seperti warga lain umumnya pengurusannya menggunakan jasa notaris. Jadi normatif saja” Jelas Pak Adi.

Ia tidak mempersoalkan kalau ada yang melaporkannya, namun hukum itu meskipun buta tetapi dapat melihat, melihat kebenaran. Karenanya, untuk memberikan nilai hukum kepada masyarakat luas, ia terpaksa melaporkan balik sang pelapor dengan tuduhan pencemaran nama baik. “Ini tidak boleh dibiarkan. Hukum bukan untuk dijadikan mainan” Imbuhnya.

Ia mencontohkan, jika saat ini seseorang melakukan transaksi jual beli tanah dengan prosedur yang berlaku, lalu dibelakang hari harga tanah naik, tidak boleh ada lagi yang melakukan gugatan atas jual beli yang sah itu. “Jangan berpikir kerugian saat ini, karena kejadiannya jauh sebelum itu dimana harga sudah sesuai kesepakatan” Tandas pria yang kini menjabat Ketua DPRD Bali itu.

Dengan bijak Pak Adi mengajak semua pihak untuk tidak berlebihan dalam menyikapi berita yang cenderung sarat berbau politis ini. “Biarkan semua berjalan sesuai dengan jalurnya. Jangan terprovokasi berita yang tanpa dasar dan cendrung membuat suasana gaduh” Harapnya. (Put)

Komentar