BPN Tabanan Serahkan 500 SHAT untuk UMKM

TABANAN - RASA gembira terpancar di wajah para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berkumpul di Wantilan Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Senin (10/11). Sebagai pelaku UMKM keinginan mereka untuk memiliki sertifikat tanah akhirnya kesampaian. Hari itu sebanyak 500 UMKM di Kabupaten Tabanan menerima Sertifikat Hak Atas Tanah (SHAT) dari Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tabanan. Penyerahan SHAT ini dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti kepada yang berhak menerimanya yang dihadiri Kakanwil BPN Provinsi Bali Dra Fatimah Saleh M.Si. dan Kepala BPN Tabanan Brahmana Adi SH, M.ENG.SC.

Kepada Jaya Pos, Brahmana Adi menjelaskan SHAT merupakan peningkatan status hukum hak atas tanah melalui program lintas sektor UKM. Sertifikat berfungsi untuk meningkatkan akses permodalan ke perbankan maupun koperasi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. Ditambahkan Brahmana Adi, pemberian SHAT sesuai dengan Intruksi Presiden Nomor 3 tahun 2006 tentang paket kebijakan perbaikan iklim investasi. Hal itu dilanjutkan dengan Intruksi Presiden Nomor 6 tahun 2007 tentang kebijakan percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah. "Adapun sasaran dan objek program, adalah usaha mikro dan kecil, debitur bank maupun koperasi yang membutuhkan kredit pembiayaan yang secara teknik dinyatakan layak, akan tetap jaminan belum terdaftar atau belum bersertifikasi," jelasnya.

Sementara berdasarkan data dari Dinas Koperasi UKM Perindag Kabupaten Tabanan, jumlah UMKM di daerah Tabanan mencapai 18.319 unit. Dari jumlah itu, 1.308 UMKM telah mengajukan program SHAT. Dimana 500 di antaranya telah memperoleh SHAT melalui program lintas sektoral. Sementara sisanya yang belum mendapatkan sertifikat mencapai 808 UMKM.

Ke-500 UMKM yang menerima sertifikat tersebut, berada di beberapa kecamatan, di antaranya 300 bidang di Kecamatan Kediri, 100 bidang di Kecamatan Selemadeg, dan 100 bidang di Kecamatan Pupuan. Sementara kecamatan lainnya, seperti Baturiti, Penebel, Selemadeg Timur dan Selemadeg Barat hingga kini belum mendapatkan program lintas sektoral SHAT.

Bupati Eka berharap, kedepan program ini menjadi prioritas, mengingat di Kabupaten Tabanan masih banyak UMKM yang belum menerima program ini. Sebanyak 858 UMKM di Tabanan belum menerima program itu. “Saya berharap kepada Kantor Pertanahan menjadikan program ini program prioritas”, harapnya. (***/adv)

Komentar