Pemkab Tabanan Gelar Pewintenan Saraswati Masal

TABANAN - Menyambut HUT ke-521 Kota Tabanan, Pemkab Tabanan akan menggelar Pewintenan Saraswati Masal pada 7 Nopember 2014 di jaba Pura Puser Tasik. Demikian diungkapkan IGA Rai Dwipayana, Ketua pelaksana Pewintenan Saraswati Minggu (26/10).

Dijelaskan, pewintenan merupakan upacara samskara (penyucian) dalam memasuki suatu  bidang profesi tertentu yang erat hubungannya dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan tertentu. Sedangkan Pewintenan Saraswati merupakan pewintenan yang diperuntukkan bagi para pelajar yang mulai memasuki suatu jenjang sekolah tertentu agar mendapat anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa sebagai Sang Hyang Saraswati agar berhasil menuntut ilmu dan keterampilan tertentu dan dapat mengamalkannya untuk kerahayuan hidup pribadi dan hidup bersama. “Fungsinya untuk menyucikan seseorang dalam memasuki dunia pendidikan” Imbuhnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat ini menambahkan, tujuan Pawintenan Saraswati agar para siswa mempunyai kesucian jasmani dan rohani dalam mengemban tugas yang dipikulnya. Sedangkan Pemuput dalam acara Pewintenan Saraswati ini adalah seorang Sulinggih dan dibantu oleh 75 orang Pemangku yang ada di Desa Adat Kota Tabanan. Peserta adalah para siswa/siswi SMP dan SMA/SMK atau sederajat dengan jumlah peserta sekitar 1.500 orang.

Tentang filosofi, Rai Dwipayana memaparkan bahawa ajaran Agama Hindu dipilah-pilah menjadi tattwa, susila dan upacara, tatwa meliputi Panca Sradha yang menjadi dasar keyakinan beragama Hindu, Susila adalah ajaran tentang tingkah laku, upacara merupakan realisasi ajaran tattwa dalam hubungan kita dengan Sang Hyang Widhi Wasa, dimana hubungan ini adalah dalam bentuk bhakti yang diwujudkan dengan sembahyang yang selalu diiringi dengan upakara dalam bentuk banten.

Sebagai seorang siswa yang beragama Hindu yang akan mengawali pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi harus diawali dengan upakara Pewintenan Saraswati sebagai salah satu bentuk penyucian diri sebelum menerima ilmu pengetahuan serta memohon petunjuk kepada Sang Hyang Aji Saraswati agar dalam menempuh pendidikan diberikan kemudahan serta ingatan yang tajam. Sebab melalui pikiran yang suci pengetahuan itu terserap secara murni yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan umat manusia. Apalagi mengingat telah diberlakukanya kurikulum terbaru (kurikulum 2013) yang masih menemui banyak kendala dalam pelaksanaanya baik bagi sekolah maupun siswa. Atas dasar pertimbangan tersebut perlu dilaksanakan kegiatan Pewintenan Saraswati melalui sisya upanayana agar siswa dapat menyerap ilmu dengan baik sesuai dengan harapan mereka.  (Jay/adv)

 

 

Komentar