Dijadikan Lokasi Nyangrai Kopi Masal : Suradadi Makin Mantap menuju Banjar Wisata

PUPUAN - Mengupas sisi keindahan Pulau Bali memang tak akan pernah ada habisnya. Indahnya pesona alam di Pulau Bali seakan menjadi magnet bagi para wisatawan lokal maupun internasional untuk mengunjungi sederet lokasi wisata di Pulau Bali. Kabupaten Tabanan, selain memiliki objek ternama seperti Tanah Lot dan Bedugul, sekarang ini sejumlah pedesaan telah disulap menjadi kawasan desa wisata yang menawarkan paket wisata menarik bagi para wisatawan. Tingginya kekayaan alam dan kuatnya warisan budaya yang melekat di kalangan masyarakat, menjadi daya tarik bagi sejumlah wisatawan untuk mengenal lebih dekat setiap sudut Bali.

Banjar Suradadi, Desa Belimbing  Kecamatan Pupuan,  tidak mau ketinggalan memanfaatkan momentum kebangkitan pariwisata berbasis desa ini. Kelian Banjar Dinas Suradadi Made Suriasa mengatakan, hampir seluruh daerah Suradadi berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan banjar wisata. Namun, hal tersebut tentunya juga harus diimbangi dengan kesiapan masyarakat setempat untuk mempersiapkan segala fasilitas pendukung, sumber daya manusia yang memadai, dan sejumlah paket pelayanan menarik yang ditawarkan kepada setiap wisatawan. “Sambil jalan kami terus melakukan perbaikan baik dari kesiapan infratsruktur  maupun masyarakat kami” Ujar Suriasa, Minggu (26/10).

Didampingi Bendesa Adat Wayan Suandayasa, kelian yang belum menjabat setahun ini bahkan memiliki obsesi selain mengandalkan potensi alamnya yang  asri, juga menjadikan Suradadi menjadi pusat kuliner bagi wisatawan.

Suradadi memiliki 4 banjar adat yaitu  Suradadi Kaja, Tengah, Delod Tlabah dan Munduk Bayur sebagian besar penduduknya bermata-pencaharian sebagai petani, baik basah maupun kering. Di sini, sudah berdiri beberapa fasilitas penginapan seperti vila dan sudah mulai dikenal wisatawan asing. Tracking motor maupun jalan kaki serta cycling  berkembang pesat. “Panorama daerah manjadi andalan kami. Karenanya kami memiliki komitmen untuk tidak memberikan ijin membangun dipinggir jalan, tetapi kami mengarahkan untuk membangun di daerah dalam, seperti tepi sungai”Jelasnya.

Obsesi masyarakat Suradadi mendapat perhatian Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti.  Dalam momen HUT ke-521 Kota Tabanan, Bupati Eka menjadikan Suradadi tempat dilaksanakannnya kegiatan Nyangrai Kopi Robusta Masal. “Disamping untuk mengenalkan keindahan Suradadi, juga untuk membuat branding kopi Pupuan ke mata dunia” Jelas bupati.

Acara yang akan digelar 24 Nopember itu akan diikuti sekitar 700 ibu-ibu yang menyangrai kopi secara tradisional, ditepi sawah, dengan latar belakang terasering yang menawan.

Dukungan orang nomor satu di Tabanan ini disambut gembira warga Suradadi. Merekapun menyatakan siap menyukseskan acara yang rencananya didaftarkan di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). “Kegiatan nyangrai kopi ini makin memantapkan kami menjadikan Suradadi sebagai banjar wisata” Pungkas pria yang juga korlap salah satu ormas ini. (Put)

 

Made Suriasa dan Wayan Suandayasa dengan latar panorama Suradadi

Komentar