IKIP Saraswati Tabanan Wisuda 238 Orang Sarjana S1

TABANAN - Pada usianya yang ke-31, IKIP Saraswati Tabanan pada 24 September 2014,  mewisuda 238 orang sarjana S1. Mereka terdiri atas38 orang wisudawan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), 83 orang Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FP-BS) dan 117 orang Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FP-MIPA). Dari tahun ke tahun jumlah wisudawan perempuan selalu di atas laki-laki, kalau tahun lalu dari 283 wisudawan 190 orangperempuan dan 93 laki – laki. Tahun ini dari 238 wisudawan, ternyata perempuan tetap mendominasi yaitu 157 perempuan (65,96%) dan 81 orang laki-laki (34,04%).

Selama ini IKIP Saraswati Tabanan mengasuh 3 fakultas FP-IPS, FP-BS dan FP-MIPA, yang memiliki 5 jurusan  yaitu : jurusan pendidikan Matematika, pendidikan Biologi, pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, pendidikan Sejarah,dan pendidikan BahasaSastra Indonesia dan daerah.

Pada tahun 2014 IKIP Saraswati Tabanan berhasil membuka jurusan baru yaitu jurusan pendidikan Bahasa Inggris dengan adanya keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 129/E/O/2014 tanggal 3 Juni 2014, sehingga jumlah jurusan sekarang jumlahnya 6 buah.

Demikian disampaikan Rektor IKIP Saraswati Dr. Drs. Dewa Nyoman Oka, M.Pd kepada Jaya Pos, Minggu (21/9). Dijelaskan Oka,  IKIP Saraswati juga mengasuh mahasiswa asing yang berasal dari manca Negara. “Disini mereka belajar kebudayaan dan bahasa Indonesia, melalui program Darmasiswa RI melalui kerjasama dengan Biro Perencanaan Kerjasama Luar Negeri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI sejak tahun akademik 2006/2007 hingga sekarang” Ujarnya.

Lebih jauh diterangkan, gairah melakukan riset di IKIP Saraswati Tabanan semakin lama semakin meningkat, tidak hanya para dosen tetapi juga berhimbas pada mahasiswa yang dapat dilihat dari semakin banyaknya proposal yang dikirim oleh para dosen dan mahasiswa untuk diikut sertakan dalam kompetisi hibah penelitian Direktorat Penelian Pendidikan Tinggi Kemnendikbud RI. “Proposal yang diajukan mampu bersaing bahkan mampu berhasil memenangkan persaingan” Imbuhnya.

Tahun 2013 hibah penelitian yang berhasil dimenangkan adalah hibah penelitian desentralisasi dan program doktor yang secara keseluruhan jumlahnya 8 penelitian.Dosen-dosen yang berhasil memenangkan hibah penelitian adalah : (1) Drs. Dewa Nyoman Wija Astawa, M.Pd; (2) (Alm) Dr. Drs. I Gusti Made Oka Suprapta, M.Fis; (3) Dr. Drs. I Nyoman Suaka, M.Si; (4) Drs. I Ketut Surata, M.For; (5) Drs. I Made Sudiana, M.Si. (6) I Wayan Nardi, M.Pd; (7) Dra. Ni Putu Parmini, M.Pd; (8) Dr.Drs. I Nyoman Suryawan, M.Si.

Pada tahun 2014 empat dosen juga memenangkan hibah penelitian desentralisasi yang didanai untuk penelitian tahun 2015, yakni Dr. Made Kerta Adhi, M.Pd. dan Dr. I Nyoman Suaka, M.Si.untuk Hibah Bersaing serta Drs. I Made Sudiana, M.Si. dan Dr. Nyoman Suryawan, MSi. Untuk Hibah Fundamental.

Eksistensi IKIP Saraswati Tabanan semakin diakui karena setiap tahun secara rutin mengadakan  pengabdian masyarakat berupa penyuluhan, lokakarya atau kerja sosial. Sedangkan di tingkat fakultas secara rutin melakukan pengabdian masyarakat setiap 2 tahun sekali.Yang menonjol tahun ini dua orang dosen berhasil memenangkan hibah pengabdian masyarakat atas nama :Drs. I Ketut Surata, M.For., dan Drs. I Made Sudiana, M.Si. padaprogram IbW di kecamatan Melaya, Jembrana kerjasama IKIP Saraswati dengan Universitas Mahasaraswati Denpasar.

“Ini semakin memacu kami  untuk bisa berbuat lebih baik dan lebih banyak dalam hal mendarma baktikan apa yang kami miliki  dunia kepada nusa dan bangsa” Katanya.

Menjelaskan acara Dies Natalis dan Wisuda kali ini, menurut Oka bukan sekedar acara serimonial, tetapi merupakan peristiwa penting yang menunjukkan akuntabilitas lembaga dan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan studi di IKIP Saraswati. Kegiatan ini pun memberi makna, bahwa mahasiswa secara resmi dikukuhkansebagai seorang sarjana, dengan gelarSarjana Pendidikan (S.Pd.).”Ini berarti pula berakhirnya tugas kami secara formal dalam mengembangkan potensi mereka untuk menjadi guru yang professional, berkarakter dan kompetitif” Tegas Oka.

Menjadi lembaga pendidikan yang professional, berkarakter dan kompetitif merupakan visi dari IKIP Saraswati. Dari lembaga yang professional berkarakter dan kompetitif ini diharapkan lahir guru yang professional, berkarakter dan kompetitif pula. Visi mulia ini merupakan representasi maklumat PR Saraswati yaitu memerangi kebodohan, karena kebodohan adalah sumber kemelaratan dan kemiskinan.

Bagaimana guru yang professional, dan berkarakter itu?Guru yang professional adalah guru yang (1) memahami materi secara luas dan mendalam. (2)memiliki kepribadian yang matang dan berkembang; (3) memiliki keterampilan membangkitkan motivasi dan potensi siswa; (4) menguasi iptek; (5) mengembangkan profesi secara berkesinambungan (dengan belajar seumur hidup/life-long-learning).

Disamping professional tidak kalah pentingnya guru harus berkarakter.Guru yang berkarakter adalah guru yang pikiran, ucapan dan tindakannya selalu dilandasi oleh norma-norma agama, hukum, budaya dan adat istiadat.Atau guru yang knowing the good; felling and loving the good; and acting the good. “Guru yang professional dan berkarakter pasti mampu bersaing atau berkompetisi di era global” Ujar Oka

Rektor yang selalui tanpil ceria ini menyampaikan pesan kepada para wisudawan yang selama ini telah berusaha dan kerja keras, dan telah berhasil melewati  masa-masa sulit yang penuh tantangan dan cobaan. “Tetaplah merenung bahwa keberhasilan dalam mencapai gelar sarjana saat ini hanyalah langkah awal untuk menggapai kesuksesan berikutnya. Dengan meraih gelar sarjana beraryi akan terjun ke kampus yang lebih besar yaitu Masyarakat. Di manapun itu janganlah pernah berhenti untuk belajar dan berbuat. Dalam berbuat anda harus memiliki rasa percaya diri (self Confident), jujur dalam berbagai kondisi dan situasi (integrity), dan tidak menyerah dalam berbagai keadaan.Karena diantara berbagai kesulitan selalu terdapat berbagai peluang dan kemudahan” Pesan Oka.

Ia berharap, sebagai insan yang kritis dan kreatif agar tidak terjebak pada ruang kerja yang sempit sehingga saudara tidak berani merambah ruang kerja yang lain. Peluang kerja di bidang pendidikan formal memang baik dan ideal. Dengan potensi yang dimiliki serta peluang yang ada, harus berani dan siap berkiprah dibidang apa saja. Dengan andalan empat kecerdasan: intelektual, emosional, sosial dan spiritual. “Yakinlah, saudara dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan, memanfaatkan dan menciptakan lapangan kerja dan mampu berkompetisi secara sehat dan sportif” Pungkasnya. (***/adv)

Komentar