Desa Pekraman Galiukir dan Suradadi Gelar Ngaben Masal

PUPUAN - Bertepatan dengan Buda Wage Wuku Merakih, Rabu (11/12) warga Desa Pekraman Galiukir, Desa Kebon Padangan, Kecamatan Pupuan menggelar Ngaben Masal. Upacara Pitra Yadnya itu dihadiri Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi mantan Bupati Tabanan N. Adi Wiryatama, anggota DPRD Bali Gede Suamba, anggota DPRD Tabanan Gede Purnawan dan dinas terkait di Lingkungan Pemkab Tabanan. Upacara pitra yadnya yang digelar masyarakat Desa Pekraman Galiukir kali ini diikuti 75 sawa dan 16 nglungah.

Tidak hanya pitra yadnya, Panitia Wayan Gunawan mengatakan kegiatan masal kali ini juga dilaksanakan upacara manusia yadnya. Diantaranya metatah masal yang diikuti 112 orang, dan tiga bulanan diikuti oleh 95 orang. Dirinya memperkirakan kegiatan kali ini menghabiskan biaya sebesar Rp. 280 juta. Dengan jumlah pekraman yang mencapai 556 KK, masing-masing sawa dikenakan biaya ngaben sebesar Rp. 3,5 juta dan metatah Rp. 150 ribu per orang. "Ngaben masal yang kami laksanakan ini merupakan agenda rutin setiap 5 tahun sekali sejak 1978 silam. Dengan kegiatan ini kami berharap dapat mempererat rasa persaudaraan dan kebersamaan yang telah terjalin selama ini," katanya.

Ngaben masal sendiri dilaksanakan Jumat (13/12) dan metatah Sabtu (14/12) yang dipuput dua sulinggih, diantaranya Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Prateka Tenaya dari Griya Taman Sari Padangan dan Ida Pandita Mpu Jaya Darmika dari Griya Manik Galih, Galiukir.

Pada kesempatan yang sama Bupati juga menghadiri ngaben masal di Suradadi, Pupuan. Upacara pitra yadnya yang dilaksanakan setiap 7 tahun sekali tersebut diikuti 60 sawa dan 5 nglungah. Bupati memberi apresiasi yang luar biasa atas kebersamaan yang telah dibangun masyarakat Pupuan. Bupati berharap jalinan ini dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Karena rasa kebersamaan dan persatuan merupakan modal dasar pemerintah dalam membangun daerah Tabanan sesuai dengan visinya, yakni sejahtera, aman dan berprestasi. "Mari dukung segala bentuk program pemerintah. Karena program pro rakyat yang dimiliki pemerintah merupakan program dari, oleh dan untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.

Ditambahkan bupati, Pemkab akan selalu mengawal program-program yang dimiliki oleh masyarakat. untuk itu, pihaknya menghimbau kepada semua pihak untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi, karena apapun permasalahan yang ada dapat dipecahkan jika bersama-sama. Diakhir acara Bupati menyerahkan punia kepada panitia dan melihat secara langsung (nodya) sawa yang akan diaben. (***)

Komentar