Buntut Polemik Patung Bung Karno : Eksekutif Tunggu Rekomendasi Dewan

TABANAN - Pembangunan patung Bung Karno di perempatan Jalan Bung Karno Kediri yang awalnya berjalan lancar namun diusik oleh sekelompok orang yang tergabung dalam sebuah LSM akhirnya berbuntut panjang. Polemik melebar ke ranah politik, bukan lagi murni masalah patung semata. Demikian disampaikan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Selasa (26/11). “Tugas kami dieksekutif sudah selesai dengan dibangunnya pondasi sesuai dengan anggaran.  Apakah difondasi itu mau dibangun patung apa, kami menunggu rekomendasi dewan. Apapun bentuknya, kami siap melaksanakan rekomendasi itu” Ujarnya didampingi Wakil Bupati I Komang Gede Sanjaya.

Bupati Eka juga meluruskan pemberitaan yang keliru tentang anggaran yang dihabiskan dalam pembangunan fondasi  itu dan membantah kalau disebut pembangunan fondasi itu kemahalan. “ Memang dalam mata anggaran, tercantum Rp 800juta namun hanya Rp 335 juta yang dipakai membangun fondasi, sisanya dikembalikan sebagai Silpa.  Ini standar umum yang berlaku nasional” Jelasnya

Ditanya awak media tentang nasib patung pengganti Wisnu Murti, Bupati Eka mempersilahkan menanyakan ke DPRD. “Mau nanti dibangun patung atau apa silahkan, kami siap menjalankan rekomendasi. Tugas kami membangun fondasi sudah selesai” Imbuhnya.

Dengan demikian, persoalan patung pengganti Wisnu Murti ini akan makin panjang. Patung Bung Karno yang rencananya disumbangkan oleh Maestro Nyoman Nuarta belum ketahuan kepastiannya. “Selesaikan masalahnya dulu. Itu patung rencananya kado saya untuk Tabanan. Saya tidak ingin sumbangan saya berbuntut polemik” Ujar Nyoman Nuarta beberapa waktu lalu saat ditanya Jaya Pos di acara peletakan batu pertama GWK, Bukit Ungasan. (***)

Komentar