Pemeriksaan IVA Masal : Dari 2.000 Terperiksa, 12,2 Persen Positif

TABANAN - Pemeriksaan inspeksi visual asamasetat (IVA) atau dikenal dengan deteksi dini kanker serviks yang dilaksanakan dalam rangakaian HUT ke 520 Kota Tabanan, Selasa (19/11) memeriksa 2.000 ibu-ibu. Dalam pemeriksaan kali ini, 12,2 persen ibu-ibu terperiksa ditemukan positif sehingga memerlukan langkah lanjutan berupa krioterapi. “Tidak perlu khawatir, kita telah memiliki SOP yang jelas apabila dalam pemriksaan ditemukan kasus positif” Ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Nyoman Suratmika.

Dijelaskan, semua yang ditemukan positif itu langsung mendapatkan tindakan krioterapi, langkah pengobatan agar yang bersangkutan bebas dari serangan kanker serviks.

Pemeriksaan IVA kali ini langsung dipantau oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti yang hadir bersama Wakil Bupati Komang Gede Sanjaya. Bupati menegaskan, pemeriksaan IVA masal akan terus dilakukan disamping pemeriksaan reguler melalui seluruh Puskesmas yang ada di Tabanan. “Saat ini baik dari SDM maupun sarana semua Puskesmas sudah memadai” jelas Bupati Eka.

Bupati menegaskan kalau perhatian dan komitmen pemerintah daerah dalam menekan penderita penyakit kanker serviks bagi kaum perempuan tidak diragukan lagi. Hal ini sebagai komitmen dalam meningkatkan taraf hidup kesehatan kaum hawa khususnya.

Pemeriksaan IVA menjadi sangat penting dan bertujuan sebagai upaya promosi kesehatan dengan skala yang lebih besar. sebagai rangsangan bagi masyarakat  untuk melakukan pemeriksaan lanjutan IVA secara mandiri dan mempercepat peningkatan cakupan pelayanan IVA sehingga target yang ditetapkan dapat tercapai.dan yang penting dipahami adalah, bukan capaian target semata. Namun yang lebih penting adalah, penderita kanker serviks bisa ditekan, karena kanker ini merupakan pembunuh ganas setelah serangan jantung.

Bupati Eka Wiryastuti tak henti-hentinya mengajak para kaum ibu dan perempuan untuk selalu peduli dan menumbuhkan kesadaran  untuk memeriksakan diri sehingga kebijakan pemerintah untuk mendukung program Tabanan bebas kanker serviks 2016 dapat terwujud. "Setelah 3 tahun berjalan, kita sudah tuntaskan 53 persen lebih ibu-ibu memeriksakan diri. Kita optimis 2016 Tabanan bebas serangan kanker serviks, lebih maju 4 tahun dari target nasional" Imbuhnya.

Bupati Eka meyakinkan pembangunan bisa jalan, jika masyarakatnya sehat dan cerdas. Dimulai dari diri sendiri dan keluarga maka diharapkan kelompok kecil ini bisa menjadi kader-kader pemberantasan kanker rahim dengan mensosialisasikannya kepada kaum ibu lainnya.  (***/Put)

Komentar