Memasuki Usia ke 15 : Teater Jineng Makin Semangat Berkreasi

TABANAN - Usia 15 tahun merupakan usia yang cukup matang bagi sebuah sanggar seni untuk menunjukkan kiprahnya. Hal tersebut jugalah yang mendorong semangat generasi muda yang tergabung dalam Teater Jineng untuk menunjukkan kreasinya dalam berkesenian. Teater yang pesertanya merupakan siswa siswi SMA 1 Tabanan tersebut, telah sukses menciptakan berbagai kreasi seni seperti salah satunya Pragmentari Prasetya Yowana Praja Indonesia yang ditampilkan pada saat apel peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 85 di Tabanan. Peringatan HUT kali ini diadakan secara sederhana namun penuh makna oleh para anggota Teater Jineng dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya di rumah jabatan Wabup setempat, Senin (28/10/2013).

Wabup  Sanjaya dalam kesempatan tersebut mengungkapkan rasa bangga serta apresiasi yang tinggi atas semangat para remaja yang tergabung dalam Teater Jineng karena telah ikut berpartisipasi menyemarakkan dunia seni di Kabupaten Tabanan. Menurutnya Tabanan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas tinggal bagaimana menampungnya dalam sebuah wadah yang jelas agar mereka dapat bekreasi dengan bebas. “ Sayang rasanya apabila sumber daya manusia kita yang begitu luar biasa utamanya dalam bidang seni tidak bisa kita salurkan bakatnya. Nah, melalui Teater inilah saya berharap anak muda di Tabanan bisa menunjukkan kemampuannya mengingat generasi muda juga memiliki peran yang sangat penting dalam mengisi pembangunan di Tabanan,” ungkapnya.

Pihaknya juga menegaskan, selain terkenal dengan seniman patungnya yaitu Nyoman Nuarta, maestro tari I Ketut Maria serta yang lainnya, suatu saat nanti Tabanan juga  diharapkan mampu melahirkan maestro seni yang lain. Menurutnya, selama ini telah banyak kreasi yang dilahirkan oleh Teater jineng yang ternyata mendapat perhatian yang sangat besar dari masyarakat.  “ Teater Jineng ini merupakan pembuktian jati diri kita sebagai warga Tabanan agar terus peduli dengan seni dan budaya yang tetap mengedepankan adat istiadat,” imbuhnya.

Orang nomor dua di Tabanan ini berharap agar Teater Jineng terus mengembangkan kreasinya agar kesenian di Tabanan bisa tetap dipertahankan dan dilestarikan di tengah-tengah pengaruh arus modernisasi yang semakin kuat.”  Kita boleh berpikir dan berperilaku modern, tapi tetap  pada posisi dan norma yang berlaku. Melalui  Teater Jineng inilah kita tunjukkan bahwa kesenian tidak akan pernah lekang dimakan waktu dan jangan pernah takut menghadapi yang namanya perubahan selagi kita mampu mempertahankan dan melestarikan tradisi seni yang kita miliki,” ujarnya.

Sementara salah satu pelatih Teater Jineng I Gede Arum Gunawan menyatakan rasa syukurnya karena Teater Jineng tetap bisa menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan di usia yang ke 15. Sebagai pelopor Teater sekolah di Tabanan, Teater Jineng telah mampu melahirkan berbagai kreasi seni yang diharapkan mampu menghibur masyarakat serta mampu mempertahankan kesenian tradisional di Tabanan. “ Meskipun kami hanya sebuah Teater sekolah, tapi semangat kami untuk mengisi pembangunan di Tabanan lewat seni sangatlah besar. Kami berharap pemerintah senantiasa mendukung dan memberikan perhatian terhadap generasi muda yang telah peduli dengan dunia seni di Tabanan,” ujarnya.

Perayaan HUT ke 15 Teater Jineng yang dirangkaikan dengan HUT ke 13 ( Forum Komunikasi Kota ) Forkot juga diisi dengan acara pemotongan kue dan doa bersama. (***)

Komentar