Tabanan Berpeluang Raih Penghargaan Adi Bhakti Mina Bahari

TABANAN - Dalam rangka mendorong inisiatif dan prakarsa para pemangku kepentingan utama di daerah kabupaten/kota untuk melakukan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya kelautan, pesisir, dan pulau-pulau kecil secara terpadu dan berkelanjutan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melakukan penilaian terhadap para pemangku kepentingan tersebut. Bagi Kabupaten/Kota yang memenuhi kriteria diberikan penghargaan yang dinamakan Adibakti Mina Bahari.

Tahun ini, Kerja keras Pemkab Tabanan melakukan konservasi sumber daya pesisir sejak beberapa tahun terakhir, berpeluang untuk menggaet penghargaan bergengsi itu. Hal ini mengemukan saat Tabanan mengikuti verifikasi Adi Bhakti Mina Bahari untuk katagori Pengembangan Kawasan Konservasi dan Pulau-Pulau Kecil. Tabanan masuk nominasi sepuluh besar.

Tim verifikasi telah melakukan kunjungan lapangan dan uji petik di Pantai Yeh Gangga, Tabanan, Sabtu (26/10). Tim diterima Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, didampingi Sekkab Tabanan, Nyoman Wirna Ariwangsa.

Wabup Sanjaya dihadapan Tim Verifikasi AMB menjelaskan Pemkab Tabanan memiliki kepedulian dan komitmen yang tinggi dalam upaya pengembangan konservasi pesisir yang ada didaerahnya. Dengan dukungan sekitar 34,34 kilometer pantai dari Pantai Nyanyi, Beraban, Kediri sampai Selabih, Selemadeg Barat, pihaknya mengaku memiliki program sinergitas dengan masyarakat pesisir dan para nelayan diwilayah masing-masing.”Kami menyambut gembira kedatangan tim verifikasi karena program kami dengan pusat seiring dan sejalan. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini,”ujar Wabup Sanjaya.

Diterangkan pula, dalam pengembangan konservasi daerah pesisir, pihaknya memadukan kearifan lokal dengan program kekinian, sehingga hasilnya diharapkan jauh akan lebih maksimal. Dalam kegiatan konservasi ini, pihaknya selain mengajak warga melakukan bersih-bersih didaerah pantai, didaerah hulu juga diharapkan jangan melakukan kegiatan yang bisa mengganggu keberlangsungan kehidupan didaerah pesisir. Di samping itu pihaknya juga melakukan kegiatan penghijauan serta pelepasan tukik, bekerja sama dengan lembaga yang punya kepedulian yang sejalan dalam upaya pengembangan konservasi daerah pesisir.

Sementara, Ketua Tim Verifikasi Adi Bhakti Mina Bahari, Direktur Jendral Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Dr. Ir. Irwandi Idris memberikan apresiasi atas komitmen dan kepedulian Pemkab Tabanan dalam pengembangab Konservasi daerah pesisir. Kata dia, dari ratusan Pemkab/Pemkot ditanah air, yang mengikuti kegiatan ini masih jauh dari harapan. Hal itu berarti belum banyak Pemkab/Pemkot yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap konservasi daerah pesisirnya. “Melihat kondisi riil ini kami dari pemerintah pusat harus terus memberikan stimulant kepada daerah yang masih minim perhatianya terhadap pengembangan konservasi daerah. “Pemkab Tabanan kami berikan apresiasi positif, karena sudah mengajukan kepusat untuk bisa menggaet penghargaan ini. Setelah kami seleksi, Tabanan masuk nominasi. Untuk melihat  kondisi riilnya kami bersama tim terjun langsung kelapangan,”ujarnya.

Sebelum kelapangan, Tim Verifikasi mendapat pemaparan Kepala Dinas  Perikanan Kabupaten Tabanan, I Made Subagia. Pemkab Tabanan dalam mengambil kebijakan konservasi daerah pesisir, ada kebijakan pengelolaan kawasan sempadan pantai, yang dalam RTRW meliputi seluruh wilayah pantai di Tabanan sepanjang 34,34 km dan kebijakan pengelolaan kawasan konservasi di pesisir, kebijakan perlindungan kawasan dan kebijakan menggali potensi sumber daya pesisir serta kebijakan perencanaan strategis wilayah pesisir. “Yang paling menyentuh kehidupan masyarakat adalah, kami juga punya kebijakan penyediaan air minum bagi masyarakat pesisir. Dengan kebijakan itu, masyarakat pesisir bisa mendapatkan air bersih dengan harga yang lebih terjangkau,”ungkap Subagia.

Selain itu kata Subagia, Pemkab Tabanan juga mengambil kebijakan untuk membangun jalan setapak di pesisir dan kebijakan cinta bahari serta kebijakan menangani bencana alam laut serta kebijakan kelembagaan HNSI. Verifikasi diakhiri dengan melakukan  uji petik di kelompok nelayan Dharma Murti, Banjar Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan. (***)

Komentar