Upacara Yadnya Masal Desa Pakraman Bedha

TABANAN – Setelah dimandatkan oleh Sabha Desa, Prajuru Desa Pakraman Bedha, Tabanan, melaksanakan upacara Yadnya secara masal. Rangkaian Yadnya masal dimulai pada 3 Oktober dengan acara Ngungkab Sabda dan puncaknya pada Minggu (6/9). Diterangkan Bendesa Pakraman Bedha, Nyoman Suratha, upacara Yadnya masal yang baru pertama kali digelar di desa dengan 38 Banjar Pakraman ini bertujuan meringankan beban krama mengingat kebutuhan masya-rakat disamping Yadnya memerlukan biaya yang tidak sedikit. “Kita berupaya  menyederhanakan, efisiensi biaya dan waktu, mengingat krama saat ini dihadapkan pada perubahan dalam menjalani kehidupan” Jelasnya Minggu (6/9) didampingi Ketua Panitia Gusti Nyoman Wirata.

Upacara Yadnya masal yang dipuput Sulinggih dari Griya Cumpung Wanasari ini meliputi upacara Ngaben diikuti 67, Nglungah (68) , Memukur (1), Metatah (69) dan Nyambutin (27). Biaya yang ditanggung krama peserta untuk Ngaben, 2,5 juta rupiah, sedangkan lainnya rata-rata 400 ribu rupiah.

Ditegaskan, meskipun Yadnya digelar secara masal dengan tingkatan Toya Prenawa, namun ia meyakinkan gema ritualnya memiliki makna yang dalam. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya berbagai kesenian yang biasanya melengkapi upacara seperti Gambang, Angklung, Baris Dapdap dan sebagainya.

Gusti Nyoman Wirata selaku Manggala Prawataka Karya menjelaskan rangkaian Yadnya sudah sesuai dengan sastra dan secara kompromis tanpa mengganggu dresta yang ada. Ditanya tentang kendala, pengurus PHDI ini menyatakan secara umum berjalan dengan lancar.  Kendala hanya terjadi dalam hal penyamaan persepsi di Siwa masing-masing. “Namun kami sejak awal komitmen untuk kompromis, sehingga semua masukan diadopsi dan disesuaikan tanpa mengurangi makna” Imbuhnya.

Diterangkan pula, lancarnya seluruh rangkaian Yadnya masal ini tidak terlepas dari peran LPD Desa Pakraman Bedha yang menanggung semua kekurangan biaya baik dalam upakara maupun biaya yang timbul dalam sarana prasarana lainnya. (Jay)Kompromis

Komentar