BMI Tabanan Gelar Turnamen Ceki

TABANAN -Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Banteng Muda Indonesia (BMI) Tabanan  bekerja sama dengan Forum Olah Raga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) Bali, menggelar turnamen ceki, di Gedung Kesenian I Ketut Mario, Minggu (7/9). Kejuaraan yang melibatkan seratus lebih pemain ceki (Cok”R ) tersebut, dibuka Ketua Pengda Ceki Provinsi Bali, Cokorda Ngurah Bagus Agung. Kejuaraan menyediakan piagam penghargaan, piala dan sejumlah uang.

Ketua Panitia Pelaksanaan Kejuaraan, Putu Eka Nurcahyadi mengungkapkan, kegiatan ini digelar dalam  rangka menyambut dan memeriahkan Hari Olah Raga (Haornas) tahun 2013 ini. Disamping itu untuk melestarikan kearifan lokal. Dala event inin pihaknya mengundang tidak kurang dari 125 Cok”R. Untuk itu pihaknya menyiapkan 25 meja, masing-masing meja untuk 5 Cok”R. Kejuaraan ini menerapkan sistem gugur. Aturan mainya sudah dibuat sesuai kesepakatan bersama dan dipakai acuan aturan main yang sesuai dengan “ desa, kala dan patra”.

Sementara itu Ketua Pengda Ceki, Formi Bali, Cokorda Bagus Ngurah Agung mengungkapkan, selama ini ceki selalu memiliki konotasi negatif dikalangan   masyarakat. Padahal kalau ditelisik lebih jauh, ceki tidak identik dengan judi, selama permainan itu dilakukan tidak memakai taruhan. Bahkan bermain ceki sudah dilakukan oleh masyarakat Bali sejak beberapa puluh tahun dan sudah merupakan salah satu kearifan lokal yang mesti dilestarikan. “Permainan ceki ini sudah menjadi kearifan lokal. Ini bukan judi selama dilakukan tanpa menggunakan taruhan. Agar tidak punah, permainan ini perlu dilestarikan,”ujar Cok Bagus.

Permainan ceki kata dia, merupakan olah raga rekreasi, bukan prestasi. Dia minta agar masyarakat  untuk lebih meningkatkan pemahaman terhadap olah raga rekreasi yang satu ini. Dengan pemahaman yang benar, meceki tidak lagi dipandang sebagi sebuah permainan yang sarat judi. (***)

Komentar