Terkait Modus Penipuan Lewat Handphone : Masyarakat Dihimbau Berhati-hati

TABANAN – Penipuan menggunakan handphone belakangan ini kembali terjadi. Kasus teranyar menimpa orangtua murid SMA Negeri 1 Tabanan dimana ada seseorang menelepon orang tua siswa yang mengaku sebagai petugas medis RSUP Sanglah, Denpasar. Pelaku menghubungi orang tua siswa via telepon mengabarkan bahwa anaknya dalam keadaan kritis dan sedang dirawat di rumah sakit. Kemudian pelaku meminta untuk segera mengirimkan uang. Menyikapi penipuan gaya lama ini, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tabanan Ajun Komisaris Eko Kurniawan menghimbau masyarakat luas agar tidak mudah tertipu dengan mengirimkan uang begitu saja kepada seseorang yang tidak pernah dikenalinya. Jika ada yang mengabarkan hal-hal yang kurang dijamin kebenarannya agar mengambil langkah tepat dengan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi. “Jangan panik karena kasus penipuan ini sebenarnya modus lama. Tapi kami minta masyarakat tidak mudah tertipu,” katanya.

Seperti diberitakan, orang tua salah seorang siswa SMA Negeri 1 Tabanan Fauzi Sabtu (24/8) lalu melaporkan kasus yang menimpa dirinya. Ia mengaku kehilangan uang senilai Rp20 juta dalam kasus itu. Ia yang tinggal di Banjar Adat Batuaji Kawan, Desa Sembung Gede, Kerambitan, menerima telepon dari seorang pria yang manamakan dirinya dr Widodo yang bertugas di RSUP Sanglah, Jumat (23/8). Dalam telepon itu, pelaku mengabarkan bahwa anak korban, Luluk Fauziah, dalam keadaan kritis di Instalasi Rawat Darurat RSUP Sanglah akibat kecelakaan lalu lintas. Pelaku yang mengaku bernama Widodo minta kepada istri korban untuk segera mengirimkan uang senilai Rp20 juta untuk ditransfer ke rekening bank atas nama dr Winda Sulastri. “Uang itu harus segera dikirim. Kalau tidak, nyawa anak saya tidak bisa ditolong lagi,” kata Fauzi. Dalam kebingungan, sang istrinya yang mampu diyakinkan pelaku, akhirnya melakukan transfer. (***/Put)

Komentar