Tabanan Mantapkan Program Pengentasan Kemiskinan, Infrastruktur dan Pengembangan Ekonomi Rakyat

PUPUAN – Program pengentasan kemiskinan masih menjadi program utama dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tabanan tahun 2014. Dalam hal ini yang menjadi fokus perhatian guna menyikapi permasalahan yang masih menjerat Kabupaten Tabanan adalah masalah kemiskinan, pemantapan infrtastruktur dan pengembangan ekonomi rakyat.

Kepala Bappeda Tabanan, Ida Bagus Wiratmaja  ditemuai usai mengikuti Musrenbangcam Pupuan Senin (28/1) menjelaskan saat ini Tabanan masih memiliki 23.162 KK yang masuk dalam Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang terdiri dari 5.540 KK miskin, 8.812 hampir miskin, dan 8810 KK rentan miskin. Meskipun dalam pelaksanaan pembangunan 2 tahun terakhir telah mampu menurunkan angka kemiskinan dari 6,96 menjadi 5,62 namun masih dirasa perlu kegiatan yang lebih intensif dan fokus dalam penanggulangan kemiskinan.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Wira ini, disamping kemiskinan fokus lainnya pada program pemantapan infrastruktur daerah dimana hingga saat ini infrastruktur khususnya jalan masih banyak yang rusak. Jalan Kabupaten hampir 62% dalam kondisi rusak dan perlu penanganan yang serius. Peningkatan kualitas jalan adalah hal mutlak untuk membantu masyarakat dalam melakukan aktifitas termasuk kegiatan ekonomi.

“Kemudian kita lakukan program pengembangan ekonomi masyarakat yang menitik beratkan pada kesempatan berusaha kepada seluruh masyarakat” Ujarnya.

Sebagaimana tahun 2013 ini, dalam rangka mencapai target pembangunan tahun 2014 Tabanan masih berpacu dalam tiga program gerakan membangun yang disebut sebagai Gerakan Membangun menuju Tabanan Serasi (Gerbang Serasi). Pertama adalah Gerbang Pangan Serasi yakni gerakan membangun bidang pertanian yang berfokus dalam penanggulangan kemiskinan dan peberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan. Pertanian menjadi fokus penting dalam pembangunan karena 70% wilayah Tabanan merupakan tanah pertanian dan hampir 50% penduduk adalah petani. Bidang pertanian selama ini masih menjadi sektor tertinggi penyumbang PDRB tetapi memiliki tingkat pertumbuhan paling kecil. Hal ini tentu pertanda buruk bagi perekonomian Tabanan yang masih bertumpu pada sektor tersebut. Gerbang Pangan Serasi juga merupakan salah satu program penangulangan kemiskinan. Penduduk miskin di Tabanan didominasi oleh petani yang mencapai 50 %. Gerbang Pangan Serasi membangun pertanian dengan menetapkan satu kawasan per-kecamatan sebagai percontohan yang dibangun secara berkelanjutan. Kegiatan yang dilakukan di satu kawasan ditentukan melalui kajian PRA yang juga melibatkan masyarakat sasaran.

Gerbang yang ke dua adalah Gerbang Indah Serasi yakni gerakan membangun infrastruktur daerah yang berfokus pada pemantapan infrastruktur. Buruknya kualitas jalan di kabupaten Tabanan sudah dikeluhkan bertahun-tahun lamanya namun keterbatasan dana menyebabkan penanggulangannya hanya dilakukan bertahap. Melalui Gerbang Indah Serasi, Pemerintah Kabuaten Tabanan berupaya untuk mengakselerasi pemantapan kualitas jalan. Pola penanganan yang dilakukan adalah pengaspalan jalan kabupaten dengan hotmix, penanganan jalan desa melalui padu indikatif kecamatan, dan penanganan jalan lingkungan.

Gerbang yang ketiga adalah Gerbang Emas Serasi yakni gerakan membangun ekonomi masyarakat yang fokus terhadap pengembangan ekonomi masyarakat. Gerakan ini dilakukan dengan memberdayakan potensi masyarakat di pedesaan. Pemberdayaan dilakukan dengan memberikan akses pengetahuan dan permodalan melalui kegiatan PNPM-MP. Selain itu kegiatan pembinaan oleh instansi terkait juga akan ditingkatkan dan difokuskan pada kegiatan berbasis kemampuan lokal.

Pelaksanaan Program Gerbang Serasi diharapkan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Tabanan.

“Melalui program ini pemerintah daerah ingin mewujudkan partisipasi penuh masyarakat dalam pembangunan karena tanpa partisipasi masyarakat tujuan dan manfaat pembangunan tidak akan tercapai” Ujar Gus Wirat. (Put)

Komentar